
Proses development adalah proses mengembangkan sebuah ide menjadi cerita yang kemudian dituangkan dalam bentuk skenario. Untuk mengembangkan ide, brainstorming perlu dilakukan bersama tim yang akan terlibat dalam proses produksi film. Brainstorming pada proses development merupakan proses diskusi bertukar pendapat antara sutradara, produser, dan penulis skenario.
Proses mengolah cerita menjadi sebuah skenario membutuhkan waktu dan perencanaan yang baik. Baik penulis skenario, sutradara, maupun produser seharusnya memahami tahap-tahap yang harus dilalui dalam proses ini.
Berikut adalah proses penulisan skenario :
- WRITE TITLE
Tentukan judul film, tulislah deskripsi karakter secara singkat, serta tentukan logline dan tema cerita. Deskripsi karakter mencakup karakter utama maupun karakter pendukung. Deskripsi fisik dan psikologis perlu difokuskan dalam membuat deskripsi karakter. Dengan begitu deskripsi ini akan membantu sutradara dalam proses pencarian pemain. Logline dan tema bertujuan untuk menjelaskan cerita secara keseluruhan dengan satu kalimat pernyataan.
- RESEARCH
Lakukan riset mengenai cerita yang akan dibuat. Jika kita akan mengangkat cerita di sebuah daerah khusus, kita perlu mencari tahu kebiasaan masyarakat di sana dan data-data lain yang diperlukan untuk mempermudah produser dan timnya dalam mempersiapkan kebutuhan syuting dan pelaksanaan syuting.
- BRAINSTORM
Tulislah ide-ide mengenai dialog, adegan, atau karakterisasi tokoh pada kartu catatan.
- BUILD A-PLOT
A-Plot adalah plot utama. Ketika kita sudah menentukan bagaimana plot utama akan berjalan, selanjutnya kita juga harus menentukan 4-5 subplot. Plot adalah rangkaian peristiwa yang membangun hubungan sebab-akibat. Plot utama adalah plot yang megandung tokoh protagonis dan problem utama dalam cerita. Kedua syarat itu harus terpenuhi supaya suatu plot dapat disebut sebagai plot utama. Jika hanya salah satu elemen saja yang ada, misalnya protagonis ada tetapi ia tidak menghadapi masalah utama, maka itu adalah subplot.
- OUTLINE
Buatlah outline dengan menjabarkan poin-poin kunci dari A-Plot dan subplot yang telah kita bangun dalam satu rangkaian. Latihan mengembangkan outline bisa dengan membuat urutan adegan-adegan yang ingin kita masukkan ke dalam film.
- DEVELOP
Setelah outline terbuat, maka kita dapat melanjutkan dengan membuat Treatment. Treatment berbentuk seperti cerita pendek berisi karakter, plot, subplot, adegan, lokasi, serta waktu dalam cerita. Deskripsi adegan yang digunakan di dalam Treatment adalah rangkaian aksi yang dilakukan oleh karakter-karakter dalam cerita.
- FIRST DRAFT
Dalam menulis skenario, adegan yang dituliskan sudah dijelaskan dengan detail aksi yang dilakukan oleh karakter. Skenario meliputi waktu dalam cerita, lokasi, karakter, motivasi karakter, adegan-adegan, plot, subplot, dan dialog.
- REWRITE
Setelah menulis skenario draf pertama, maka perlu dilakukan brainstorming antara penulis skenario, sutradara, dan produser untuk mengolah skenario agar lebih baik. Penulis skenario akan mengecek kembali setiap dialog, motivasi karakter, plot. Dan struktur dramatik dari cerita. Setelah diskusi, penulis scenario merevisi tulisannya untuk menuju ke draf berikutnya, hingga akhirnya dihasilkan draf akhir yang disepakati oleh produser, sutradara, dan penulis skenario. Skenario draf akhir inilah yang akan maju ke tahap berikutnya, yaitu tahap persiapan produksi.
- PROTECT
Agar tidak terjadi pembajakan atau penjiplakan maka lindungi skenario yang telah anda buat dengan cara mengurus hak cipta atas skenario itu.
- SELL
Setelah skenario selesai dibuat, maka kita bisa menjual skenario itu kepada produser atau rumah produksi tertentu. Jika kita memiliki dana sendiri, tentunya kita bisa langsung produksi. Untuk film yang membutuhkan dana besar, dibutuhkan produser yang mahir dalam mencari dana. Jika ingin menjual skenario ke produser atau rumah produksi, kita perlu mencari informasi lengkap mengenai latar belakang produser atau rumah produksi itu.
